Ketika kita ngomongin soal perbandingan antara Android dan iPhone, salah satu hal yang paling sering jadi perdebatan adalah baterainya.
Banyak yang beranggapan kalau baterai iPhone lebih cepat habis dibandingkan Android, apalagi kalau kita bandingin kapasitas baterainya.
Memang, di atas kertas, kapasitas baterai iPhone lebih kecil ketimbang kebanyakan HP Android yang punya daya lebih besar. Tapi, kenapa ya Apple memilih untuk tidak memberikan kapasitas baterai sebesar itu? Kenapa mereka lebih memilih pendekatan yang berbeda?
Padahal, dengan kapasitas lebih kecil, iPhone tetap bisa memberikan ketahanan baterai yang luar biasa, bahkan seringkali lebih awet daripada Android. Penasaran kan?
Alasan Apple Tak Memberikan Kapasitas Baterai Besar
Tentu ada alasan dibalik pemilihan kapasitas baterai yang lebih kecil pada iPhone jika dibandingkan dengan HP android pada umumnya. Mari kita bahas lebih dalam satu per satu.
Sistem iOS Lebih Efisien

Meskipun kapasitas baterai iPhone lebih kecil, kenyataannya Apple mampu membuat baterai itu bertahan lebih lama berkat optimasi sistem dan hardware yang sangat canggih. Sistem operasi iOS di iPhone dikenal sangat efisien dalam mengelola daya.
Sistem ini membatasi aplikasi agar nggak berjalan di latar belakang tanpa izin, yang berarti nggak ada aplikasi yang menguras baterai tanpa kita sadari.
Selain itu, Apple juga mendesain chipset mereka (seperti A16 dan A17) dengan teknologi terbaru yang mengutamakan efisiensi energi.
iPhone memiliki fitur seperti Low Power Mode yang mengurangi konsumsi daya ketika baterai mulai menipis. iOS juga secara otomatis mengoptimalkan pengaturan untuk memastikan aplikasi dan proses yang nggak penting dihentikan sementara.
Daya Tahan Baterai Lebih Baik

Mungkin kamu bertanya-tanya, “Emang bener iPhone bisa lebih awet meskipun kapasitas baterainya lebih kecil?” Nah, berdasarkan pengetesan yang dilakukan oleh GSMArena, kenyataannya iPhone dengan kapasitas baterai lebih kecil justru menunjukkan ketahanan yang lebih lama dibandingkan dengan Android.
Contohnya, iPhone 17 Pro Max dengan kapasitas baterai 4823 mAh bisa bertahan hingga 17 jam 58 menit, sementara Samsung Galaxy S25 Ultra yang punya kapasitas baterai 5000 mAh hanya bertahan sekitar 14 jam 49 menit.
Begitu juga dengan iPhone 16 yang hanya memiliki kapasitas baterai 3561 mAh, tapi bisa bertahan selama 15 jam 42 menit—lebih lama dari Xiaomi 14 yang kapasitasnya 4610 mAh.
Selain kapasitas baterai, ada beberapa faktor lain yang memengaruhi daya tahan baterai iPhone. Salah satunya adalah layar. Layar OLED pada iPhone menggunakan teknologi hemat daya, yang tentunya membuat konsumsi daya lebih efisien.
Ditambah lagi dengan fitur-fitur seperti adaptive refresh rate, yang menyesuaikan kecepatan layar dengan konten yang sedang ditampilkan.
Apple Masih Enggan Berinovasi

Saat Android sudah mulai mengadopsi teknologi baterai yang lebih canggih, seperti baterai silicon carbon, Apple tetap memilih untuk bertahan dengan baterai lithium-ion yang sudah terbukti andal.
Teknologi baterai silicon carbon, yang diperkenalkan oleh HONOR pada 2023, memang memungkinkan kapasitas baterai yang lebih besar dalam ukuran yang lebih kecil. Namun, Apple cenderung lebih hati-hati dan tidak terburu-buru mengadopsi teknologi baru ini.
Salah satu alasan utamanya adalah teknologi ini masih tergolong baru dan belum teruji dalam jangka panjang. Selain itu, biaya pengembangannya yang cukup tinggi juga menjadi pertimbangan, mengingat Apple lebih memilih untuk memastikan bahwa setiap inovasi benar-benar matang sebelum diterapkan ke produknya.
Peningkatan Kapasitas Bertahap

Meskipun Apple tidak langsung melompat ke kapasitas baterai yang lebih besar, mereka tetap melakukan peningkatan kapasitas secara perlahan dari tahun ke tahun.
Misalnya, iPhone X yang diluncurkan pada 2017 memiliki kapasitas baterai 2716 mAh, sementara iPhone 12 dua tahun setelahnya meningkat menjadi 2815 mAh.
Lalu pada 2023, iPhone 15 hadir dengan kapasitas sekitar 3349 mAh, dan iPhone 17 Pro Max pada 2025 sudah memiliki kapasitas antara 3692 mAh hingga 5088 mAh.
Meskipun peningkatannya tidak terlalu signifikan, Apple selalu memastikan ada kemajuan dalam hal kapasitas baterai tanpa mengorbankan efisiensi.
Pendekatan yang Berbeda

Berbeda dengan Android yang selalu mengiklankan kapasitas baterai secara terang-terangan, Apple hampir tidak pernah menyebutkan kapasitas baterai iPhone saat meluncurkan produk terbarunya.
Mereka lebih menekankan ketahanan baterai dalam konteks penggunaan sehari-hari, seperti berapa lama iPhone bisa dipakai untuk video playback, misalnya.
iPhone 15 bahkan bisa bertahan selama 24 jam untuk video playback, sementara iPhone 16 lebih lama lagi, mencapai 26 jam. Apple lebih memilih untuk mengukur kinerja baterai dalam hal pengalaman pengguna, bukan sekadar angka kapasitas.
Sementara itu, Android sering kali mengandalkan angka kapasitas baterai sebagai bahan iklan utama. Mereka menunjukkan berapa besar kapasitas baterai yang dibenamkan dalam perangkat mereka tanpa banyak membahas optimasi sistem atau efisiensi yang ada.
Kesimpulan
Nah, itu dia alasan-alasan kenapa baterai iPhone bisa lebih awet meskipun kapasitasnya lebih kecil dibandingkan Android. Meski kapasitasnya lebih kecil, tapi iOS punya sistem yang lebih efisien dalam mengelola penggunaan daya, sehingga lebih awet dan tidak cepat habis.



