Canva vs Snappa, Mana yang Lebih Bagus?

Canva vs Snappa
Canva vs Snappa

Kalau kamu aktif bikin konten buat medsos, blog, atau proyek sekolah/kampanye kecil‑kecilan, pasti pernah ngerasain gimana susahnya cari alat desain yang cepat, simpel, tapi tetap hasilnya kece — kan?

Zaman sekarang, kita nggak perlu jadi desainer pro buat bikin visual yang menarik, karena banyak tools online yang siap bantu kamu ngeracik layout dan warna tanpa pusing. Dua dari yang paling sering disebut‑sebut adalah Canva dan Snappa — masing‑masing punya fitur dan kelebihannya masing-masing.

Nah, biar kamu nggak bingung dan bisa pilih yang paling cocok buat kebutuhan kerjamu, yuk kita bedah satu‑satu. Antara Canva dan Snappa, kira-kira mana sih yang benar‑benar pas buat aktivitasmu?

Perbandingan Fitur Canva dan Snappa

Ngomongin soal alat desain grafis online, Canva dan Snappa bisa dibilang dua pemain yang sering banget muncul di kepala kita.

Keduanya punya antarmuka drag‑and‑drop yang ramah banget buat pemula, tapi kalau digali lebih dalam ternyata ada perbedaan penting di antara mereka.

Variasi Template dan Aset

Canva vs Snappa
Canva vs Snappa

Satu hal yang langsung terasa begitu kamu buka dashboard masing‑masing platform adalah jumlah template dan aset visual yang tersedia.

Di Canva, kamu bisa nemuin template dalam jumlah yang super banyak, dari poster, presentasi, konten sosial media, bahkan sampai animasi pendek — cocok banget buat berbagai kebutuhan konten.

Sebaliknya, Snappa punya koleksi template yang lebih kecil tetapi tetap fokus pada kebutuhan konten visual statis, terutama buat postingan media sosial. Aspek yang menarik, semua foto dalam Snappa biasanya bebas royalti dan gampang dipakai tanpa pusing helm lisensi.

Fitur Editing

Canva vs Snappa
Canva vs Snappa

Kalau masuk ke fitur editing, Canva tuh kayak punya toolbox raksasa. Kamu bisa pakai fitur seperti Magic Resize, background remover, sampai banyak alat otomatis berbasis AI yang siap membantu kamu berkreativitas tanpa harus paham teknik desain rumit.

Di sisi lain, Snappa justru mempertahankan pendekatan yang lebih minimalis dan simpel. Fitur dasar seperti drag‑and‑drop, pilihan font, dan pengaturan warna tetap ada, tapi nggak sebanyak fitur yang bikin kamu betah eksplor di Canva.

Kalau kamu lebih suka yang simpel, cepat dan nggak bikin kepala mumet, mungkin lebih cocok menggunakan Snappa. Tapi kalau kamu pengen kebebasan kreatif yang lebih luas, Canva punya alat yang mendukung banget.

Harga dan Paket Berlangganan

Canva vs Snappa
Canva vs Snappa

Kalau bicara soal biaya, kedua platform ini punya opsi gratis, tapi aturan dan batasannya beda.

Canva menawarkan versi gratis yang cukup kaya fitur, termasuk banyak aset yang bisa dipakai tanpa bayar. Tapi kalau kamu upgrade ke Canva Pro, kamu bakal dapetin akses premium ke jutaan foto, video, template serta fitur kolaborasi tim yang lebih lengkap.

Sementara Snappa juga punya versi gratisnya, tapi biasanya membatasi jumlah download grafis per bulan dan aksesnya lebih terbatas dibanding versi berbayar.

Secara garis besar, kalau kamu pengguna individu dan pakai desain secara santai, Snappa bisa terasa lebih ekonomis. Cuma kalau kamu butuh fitur kompleks, kolaborasi tim, dan fleksibilitas tinggi, maka investasi di Canva Pro biasanya lebih terasa “worth” keuntungannya.

Kolaborasi dan Integrasi

Canva vs Snappa
Canva vs Snappa

Kemudahan kerja tim itu penting banget kalau kamu bikin konten bareng teman atau klien. Di sinilah Canva punya nilai lebih. Platform ini menawarkan fitur kolaborasi real‑time, komentar langsung, dan tracking versi desain, jadi ide bisa saling nge‑share lebih cepat dan terorganisir.

Sayangnya, Snappa belum punya fitur kolaborasi langsung seperti ini — kamu bisa share desain, tapi kerja bareng secara real‑time masih belum tersedia.

Integrasi dengan Alat Lain

Canva vs Snappa
Canva vs Snappa

Integrasi dengan aplikasi lain sering bantu banget nge‑boost produktivitas. Di sini, Canva kembali unggul karena bisa tersambung ke banyak layanan seperti Google Drive, Dropbox, jejaring sosial, sampai tools content scheduling.

Sebaliknya, Snappa punya integrasi sederhana ke buffer dan jejaring sosial seperti Twitter dan Facebook, tapi belum seluas yang ditawarkan Canva.

Kesimpulan

Jadi, setelah kita ngulik bareng barengan tentang Canva dan Snappa, jelas terlihat bahwa dua platform desain grafis ini punya keunggulan masing‑masing yang cocok buat jenis kebutuhan yang berbeda.

Canva punya ribuan template, koleksi aset visual yang jauh lebih lengkap, dan fitur kolaborasi real‑time yang bikin kerja tim jadi mulus banget.

Fitur‑fitur kreatif seperti Magic Resize, animasi, serta alat berbasis AI juga ngebantu banget kalau kamu pengen kebebasan eksplorasi desain tanpa batas. Cocok banget buat kamu yang sering bikin konten berbagai format atau bekerja dalam tim.

Sementara itu, Snappa tampil sebagai opsi yang lebih simple, cepat, dan fokus buat konten visual dasar, terutama buat postingan media sosial.

Dengan antarmuka yang ringan dan intuitif, kamu bisa langsung bikin desain yang oke tanpa harus pusing mikirin terlalu banyak fitur kompleks. Untuk kamu yang butuh hasil cepat dan ekonomis, Snappa siap untuk membantu.