Kalau kalian pernah rakit PC sendiri, pasti tahu betapa nyenengin bisa bebas pilih komponen — dari prosesor, RAM, sampai GPU — lalu tinggal pasang untuk upgrade performa sesuai kebutuhan.
Nah, kenapa smartphone kita nggak bisa kayak gitu ya? Soalnya HP biasanya datang sudah satu paket utuh yang sulit dibongkar pasang sesuka hati.
Tapi sebenarnya bisa nggak sih, kita ganti komponen HP seperti yang kita lakukan di PC. Mungkin kalian pernah berpikir untuk upgrade RAM atau memori internal HP. Yuk kita simak faktanya!
Kenapa Ganti Komponen HP Tidak Semudah PC?

Kalau kamu udah pernah rakit PC sendiri, pasti tahu berapa gampangnya ganti‑ganti komponen — tinggal buka casing, colok, pasang, dan siap dipakai lagi.
Dari RAM sampai GPU bisa kamu atur sesuai kebutuhan tanpa ribet. Tapi beda banget sama smartphone yang biasanya datang sebagai satu unit rapat yang didesain supaya kecil dan tipis saja.
Smartphone modern punya komponen yang saling terintegrasi dalam satu papan sirkuit. Makanya sebagian besar ponsel tidak dirancang supaya komponen‑komponennya bisa diganti atau di‑upgrade dengan bebas, apalagi seperti di PC yang bisa upgrade RAM atau prosesor seenaknya.
Bahkan chipset atau CPU di HP hampir mustahil diganti, karena posisinya langsung menyatu dalam susunan chip SoC yang kompleks — dan kalau dipaksa diganti, ini bisa merusak bagian lain di dalamnya.
Jadi intinya, walaupun komponen HP dan PC sama‑sama punya bagian fisik yang mirip konsepnya (layar, memori), cara desain dan fleksibilitasnya itu beda jauh.
Komponen HP Apa yang Bisa Diganti?

Walaupun nggak selengkap PC, tetap ada beberapa bagian di smartphone yang bisa diganti sendiri atau oleh teknisi kalau rusak:
Layar
Layar sering jadi komponen yang diganti kalau pecah atau retak. Ini termasuk komponen yang “relatif umum” diganti di tukang servis. Jadi kalau tak perlu ganti perangkat kalau sekedar rusak LCD nya saja.
Baterai
Baterai bisa diganti saat kapasitasnya menurun drastis atau mulai mengembang. Banyak servis juga menyediakan layanan untuk ini karena baterai adalah komponen yang paling cepat aus.
Kamera & Speaker
Kalau kamera mulai buram atau speaker bermasalah, bagian modulnya bisa dilepas dan diganti tanpa harus otak‑atik motherboard. Yang penting kalian bisa menemukan part yang sesuai dengan brand smartphone tersebut.
Port & Tombol
Port USB, tombol power, atau tombol volume juga termasuk komponen yang sering diganti kalau fungsi aslinya sudah tidak responsif lagi.
Risiko Ganti Komponen Pada HP

Meskipun terlihat simpe, proses ganti komponen HP ternyata punya sederet risiko yang penting banget buat kamu tahu:
Hilangnya Sertifikasi Tahan Air
Beberapa HP punya sertifikasi tahan air (kayak IP67 atau IP68). Kalau kamu buka casing buat ganti bagian dalam, seal karet dan lem yang bikin tahan air itu bisa rusak → sehingga HP jadi mudah kena air.
Kualitas Komponen Pengganti
Kalau kamu nemu komponen non‑original yang lebih murah, hati‑hati! Layar palsu bisa bikin warna kurang akurat, sensitivitas layar turun, atau bahkan touch screen jadi kurang responsif.
Garansi Menghilang
Kalau kamu buka HP sendiri, sebagian besar garansi resmi bisa langsung hangus. Itu artinya kalau di kemudian hari komponen lain rusak, kamu harus bayar sendiri tanpa klaim garansi.
Risiko Kerusakan Lain
Ganti komponen yang ditangani secara ceroboh juga bisa menyebabkan baterai overheat, komponen lain tidak terpasang benar, atau bahkan HP jadi jelek performanya. Semua itu kudu diperhatikan serius kalau kamu mau memodifikasi dengan benar.
Mengenal HP Modular, Lebih Mudah Ganti Part

Ternyata nggak semua smartphone punya fleksibilitas yang sama. Beberapa produsen ternama bahkan udah mulai bikin HP modular, yaitu ponsel yang desainnya memang dibuat supaya bagian‑bagian tertentu bisa diganti dengan mudah tanpa alat khusus.
Contoh paling terkenal dari konsep ini adalah Fairphone — seri HP yang keseluruhan desainnya memungkinkan pemiliknya mengganti komponen seperti layar, baterai, kamera, bahkan port USB hanya dengan obeng.
Produk seperti Fairphone 2 bahkan dinilai sangat mudah diperbaiki oleh standar dunia (skor 10/10 dari iFixit). Selain Fairphone, ada juga konsep modular lama seperti Phonebloks atau Puzzlephone yang sempat viral karena idenya, smartphone yang komponennya seperti Lego atau puzzle, bisa kamu tukar‑tukar bebas seperti di PC.
Kesimpulan
Jadi bagaimana, sudah tahukan jawabannya? Ada beberapa komponen HP yang memang bisa diganti, tapi bukan dalam artian kayak PC yang bisa kamu upgrade sesuka hati.
Kalau tujuannya cuma mengatasi kerusakan pada komponen tertentu (misalnya ganti baterai atau layar), itu masih masuk akal dan relatif umum dilakukan di tempat servis.
Tapi kalau kamu kepikiran buat upgrade performa sebagai layaknya PC, misalnya ganti chipset atau RAM, sayangnya itu bukan sesuatu yang bisa dilakukan sendiri, bahkan risikonya sangat tinggi.




