Dunia teknologi itu berkembang begitu cepat, apalagi di segmen smartphone. Setiap tahun, kita selalu disuguhkan dengan chipset-chipset baru yang menjanjikan performa lebih cepat, efisiensi daya yang lebih baik, dan fitur-fitur canggih lainnya.
Dan akibatnya, ada juga beberapa chipset yang ternyata sudah nggak dipakai lagi, meskipun dulu sempat begitu populer. Mungkin kita pernah mendengar nama-nama seperti MediaTek Helio atau Dimensity yang dulu sering dipakai berbagai perangkat.
Tapi, tahukah kamu kalau beberapa seri chipset MediaTek ini kini sudah dianggap ketinggalan zaman? Yuk, kita cari tahu lebih dalam tentang 5 chipset MediaTek yang sudah tak digunakan lagi dan apa yang membuatnya terpinggirkan oleh teknologi yang lebih baru!
Daftar Chipset Mediatek yang Sudah Jarang Dipakai
Sejak pertama kali muncul di industri smartphone pada tahun 2004, MediaTek telah menjadi pemain penting dalam dunia chipset. Banyak orang mengenal MediaTek sebagai alternatif chipset selain Snapdragon.
Dengan teknologi yang terus berkembang, MediaTek menawarkan berbagai produk yang memiliki spesifikasi tinggi dan performa unggulan, terutama dalam hal efisiensi daya dan kemampuan AI.
Gak hanya itu, chipset-chipset dari MediaTek juga sering dipakai dalam berbagai kelas ponsel, dari yang kelas entry-level sampai yang flagship.
Tapi, tentu saja, perjalanan MediaTek gak selalu mulus. Ada beberapa chipset yang dulunya sempat jadi andalan, tapi kini sudah dianggap kuno.
Perusahaan ini selalu belajar dari masa lalu dan terus berinovasi, menghasilkan chipset-chipset baru yang lebih canggih dan siap bersaing dengan yang lain.
Nah, dalam artikel ini, kita bakal bahas beberapa chipset MediaTek yang sudah gak dipakai lagi dan kenapa mereka gak bertahan lama serta digantikan oleh chipset yang lebih baru.
MT Series

MT series adalah salah satu seri pertama yang pernah diluncurkan oleh MediaTek. Chipset seperti MT6252, MT6752, dan MT6750 digunakan di ponsel entry-level pada awal 2010-an.
Walaupun saat itu cukup populer di kalangan pengguna dengan budget terbatas, chipset ini kini sudah dianggap usang. Teknologi yang digunakan di seri ini sangat terbatas. Misalnya, chipset ini hanya bisa mendukung RAM 4GB dan kamera 16MP, dengan clock speed yang bahkan tak mencapai 1 GHz.
Keterbatasan performa inilah yang membuat MT series mulai ditinggalkan setelah MediaTek memperkenalkan seri-seri yang lebih canggih.
Helio A Series

MediaTek Helio A series, yang terdiri dari A22, A20, dan A25, dulunya sempat jadi pilihan utama untuk smartphone entry-level. Seri ini punya performa yang cukup oke untuk HP dengan harga sekitar satu juta rupiah.
Sayangnya, teknologi yang digunakan di chipset ini sekarang terasa agak kuno. Dengan fabrikasi 12nm yang gak terlalu hemat daya, serta GPU PowerVR yang kurang powerful, seri ini mulai ditinggalkan. Ditambah lagi, clock speed-nya yang cuma mencapai 2 GHz.
Kini, posisi Helio A series sudah digantikan oleh Helio G series yang jauh lebih efisien dan powerful. G series, dengan fabrikasi yang lebih kecil dan dukungan untuk performa gaming yang lebih baik, jelas lebih bagus untuk ponsel entry-level masa kini.
Helio P Series

MediaTek Helio P series pernah dianggap unggul dalam hal kemampuan pencitraan. Chipset seperti Helio P90 memungkinkan ponsel untuk mendukung kamera hingga 64 MP dan merekam video 4K 30fps.
Untuk masa itu, seri ini cukup inovatif dengan fitur ISP (Image Signal Processor) yang mumpuni. Tapi, performa keseluruhannya nggak cukup kuat untuk bersaing dengan chipset terbaru yang lebih canggih.
Helio P series menggunakan GPU PowerVR yang sama dengan Helio A series, serta fabrikasi 12nm yang membuatnya boros daya. Dengan clock speed yang nggak lebih dari 2.2 GHz, seri ini nggak bisa memenuhi tuntutan performa ponsel masa kini yang semakin berat.
Dimensity 1000 Series

Berbeda dari seri sebelumnya, MediaTek Dimensity 1000 series cukup populer di era 5G. Chipset ini pernah dipakai di berbagai ponsel flagship seperti POCO X3 GT dan OnePlus Nord 2T.
Dengan fabrikasi 7nm yang lebih hemat daya dan performa yang cukup mumpuni, Dimensity 1000 mampu menjalankan game berat hingga 90 FPS dan mendukung kamera hingga 200 MP. Performanya dalam merekam video 4K 60fps juga cukup mengesankan.
Namun, seiring berkembangnya teknologi, Dimensity 1000 series mulai kalah saing dengan chipset-chipset 5G yang lebih baru dan lebih efisien.
Sekarang, MediaTek sudah mengembangkan Dimensity 1200 series dan seterusnya, yang punya performa jauh lebih baik dengan fabrikasi yang lebih kecil dan lebih efisien.
Helio X Series

MediaTek Helio X series pernah jadi chipset andalan karena punya performa tinggi namun harganya terjangkau. Chipset ini mampu mendukung kamera hingga 20 MP dan memiliki clock speed hingga 1.8 GHz, dengan GPU Mali yang cukup powerful untuk ponsel masa itu.
Sayangnya, fabrikasi chipset ini masih menggunakan proses yang lebih besar dari 12nm, yang membuatnya kurang efisien dibandingkan dengan chipset masa kini.
Helio X series diproduksi antara 2014 hingga 2017, tapi sayangnya tidak bertahan lama. Meskipun saat itu terbilang powerful, perkembangan teknologi yang pesat membuat seri ini segera digantikan oleh chipset-chipset lain yang lebih efisien dan lebih canggih.
Kesimpulan
Pada akhirnya, dunia teknologi smartphone terus bergerak maju, dan chipset seperti yang kita bahas tadi jadi saksi bagaimana perkembangan itu terjadi.
Meskipun beberapa chipset lamanya sudah tidak lagi digunakan, mediatek terus menunjukkan konsistensinya dalam merilis inovasi baru.




