Kalau kamu suka banget bikin video atau aktif di media sosial, pasti pengen dong hasil rekaman terlihat tajam dan jernih. Di era sekarang, perekaman video resolusi tinggi bukan cuma milik HP mahal dengan chipset flagship — bahkan smartphone kelas menengah pun udah mulai dibekali kemampuan rekam beresolusi 4K.
Dengan dukungan prosesor dan Image Signal Processor (ISP) modern, banyak HP 3‑5 jutaan sekarang udah bisa bikin video yang layak tampil di feed Instagram atau YouTube kamu tanpa perlu peralatan super mahal.
Nah, di artikel ini kita bakal kulik lebih dalam 5 chipset kelas menengah yang patut banget dipertimbangkan karena kemampuan rekam video 4K mereka — lengkap dengan kelebihan dan kekurangannya supaya kamu bisa pilih yang paling cocok buat kebutuhan kamu.
Chipset Mid‑Range yang Mampu Rekam Resolusi 4K
Dulu, perekaman video resolusi tinggi 4K cuma identik dengan smartphone flagship yang harganya bikin dompet gemetar. Tapi sekarang? Wah, beda banget!
Berkat kemajuan chipset kelas menengah dan Image Signal Processor (ISP) canggih, kemampuan video 4K — lengkap dengan fitur kaya warna, dynamic range yang oke, dan noise reduction — sudah ada pada perangkat yang ramah di kantong.
Selain itu, integrasi teknologi AI di chipset‑chipset terbaru bikin video kamu tidak cuma tajam tapi juga lebih “hidup” secara otomatis.
MediaTek Dimensity 7300

Relatif baru di pasar, MediaTek Dimensity 7300 ternyata bukan hanya hemat daya, tapi juga bagus banget buat urusan video. Chipset ini dibangun pakai proses 4nm yang efisien, plus dukungan kamera hingga 200MP berkat ISP MediaTek Imagiq 950.
Semua itu membuatnya sanggup rekam video 4K di 30 FPS dengan hasil warna dan detail yang bisa bersaing di kelasnya.
Enggak cuma itu, teknologi seperti Hardware Face Detection dan Hardware MCNR membantu bikin hasil video kamu tampak lebih bersih dari noise meski di kondisi kurang cahaya.
Jadi, buat kamu yang senang bikin konten vlog atau live moment, chipset ini adalah salah satu opsi yang nendang banget.
MediaTek Dimensity 7400

Kalau 7300 udah oke, Dimensity 7400 datang dengan sedikit peningkatan. Masih pakai ISP sama, tapi ada tambahan fitur end‑to‑end HDR yang bantu video punya dynamic range yang lebih luas dan warna lebih hidup di frame video.
Sekilas perbedaan performanya minor, tapi buat hasil video yang lebih dramatis dan kontras lebih baik, upgrade ini terasa banget.
Qualcomm Snapdragon 7s Gen 3

Kalau kamu kepo sama chipset Qualcomm, Snapdragon 7s Gen 3 jadi primadona lain di kelas menengah. Di samping perekaman video 4K 30 FPS, chipset ini dukung codec video modern seperti H.264, H.265, dan VP9 yang bikin hasil video makin fleksibel buat konten online.
Yang menarik lagi, ISP spek Spectra Triple ISP di chipset ini udah dibekali AI yang bisa nambah ketajaman, memperbaiki dynamic range dan warna video secara otomatis — cocok banget buat kamu yang belum expert ngedit tapi pengin hasil yang cakep.
Qualcomm Snapdragon 6 Gen 3

Masuk ke opsi yang lebih “ramah budget”, Snapdragon 6 Gen 3 juga layak banget dipertimbangin. Selain bisa rekam video 4K 30 FPS, chipset ini juga unggul di perekaman 1080p 60 FPS, jadi hasil video kamu bisa lebih halus kalau kamu butuh slow‑motion atau panning yang mulus.
Fitur Spectra ISP plus AI De‑Noising bikin video tetap bersih dari noise, bahkan di kondisi cahaya agak redup — nilai plus banget buat konten outdoor atau street videography.
Qualcomm Snapdragon 6 Gen 1

Terakhir, ada Snapdragon 6 Gen 1, yang bisa dibilang adalah opsi paling affordable di daftar ini tapi tetap sanggup rekam video 4K di 30 FPS.
ISP Spectra triple 12‑bit yang dibawa chipset ini bikin hasil video jadi tajam, kontras bagus, dan HDR cinematic yang stabil meski kamera lagi ngebut.
Meski kelasnya terjangkau, chipset ini juga mendukung kamera hingga 200MP dan fitur computational HDR yang membantu mempertahankan detil saat zooming.
Pentingnya ISP dan AI

Kalau kita ngomong soal perekaman video 4K, resolusi aja nggak cukup buat hasil yang wow. Di sinilah ISP dan AI enhancement berperan penting.
ISP bukan cuma buat menangkap gambar, tapi juga memperbaiki warna, dynamic range, serta mengurangi noise secara real time sambil kamu merekam.
Sementara itu, AI bikin pengaturan warna dan detail makin “cerdas” tanpa kamu harus ribet ngoprek pengaturan manual — jadi nggak perlu kemampuan editing manual.
Kesimpulan
Nggak perlu beli HP flagship buat bikin rekaman video 4K keren! Beberapa chipset mid‑range seperti diatas, sudah memiliki kombinasi performa, kemampuan ISP, dan fitur AI yang memungkinkan kalian merekam video 4K dengna hasil terbaik. Jadi silahkan pilih sesuai kebutuhan.




