Jika kamu perhatiin sekarang ini, makin banyak video hiburan yang durasinya pendek‑pendek banget. Dari reel TikTok sampai cuplikan YouTube Shorts, semua serba instan dan gampang dikonsumsi tanpa perlu nonton lama.
Tapi di sisi lain, ada dunia film yang justru berjalan terbalik dari itu semua. Kalau biasanya durasi film bioskop standar itu sekitar dua sampai tiga jam, ternyata ada karya sinema yang durasinya jauh lebih panjang dari itu.
Kamu mungkin tidak akan percaya bahwa ada yang durasinya lebih dari seharian, beberapa hari, atau bahkan berminggu‑minggu nonstop!
Di artikel ini, Jakarta Studio bakal ajak kalian ngulik deretan film terpanjang di dunia. Dan kalian pasti akan bertanya-tanya siapa yang mau nonton dan buat apa film seperti sampai dibuat.
Daftar Film Durasi Terpanjang di Dunia
Mungkin kalian sudah terbiasa menonton film durasi 2 sampai 3 jam. Atau sebuah serial TV berdurasi 40 menitan atau 1 jam per episode. Namun bagiamana jika sebuah hiburan memiliki durasi jauh lebih panjang dari itu?
Resan (The Journey) — 873 Menit

Film dokumenter panjang ini disutradarai oleh Peter Watkins. Filmnya menyajikan wawancara dengan orang‑orang di berbagai benua tentang senjata nuklir, anggaran militer, kemiskinan, dan dampak globalnya.
Film tetap fokus pada pandangan orang biasa, bukan pakar politik, sehingga memberi perspektif luas soal isu besar dunia yang jarang kita lihat secara utuh di layar.
Exergue – On Documenta 14 — 848 Menit

Film ini mengikuti kegiatan kuratorial pameran seni kontemporer Documenta 14 selama dua tahun. Kita melihat gimana tim kurator berdiskusi soal karya seni, logistik, tekanan sponsor, dan konflik kreatif.
La flor — 808 Menit

La flor adalah film yang unik banget karena dibagi jadi enam episode berbeda yang tampak seperti film mini beragam genre. Ada cerita tentang kutukan mumi, petualangan mata‑mata, sampai remake film bisu klasik.
Setting dan gaya tiap segmen beda, tapi semua diikat dengan para aktris yang sama sehingga memberi struktur yang kreatif dan enggak biasa.
Out 1 (Noli me tangere) — 775 Menit

Film panjang Prancis ini mengikuti dua kelompok teater di Paris saat mereka mempersiapkan pertunjukan tragedi Yunani kuno. Sementara itu, ada tokoh yang mencoba mengungkap keberadaan organisasi rahasia bernama “The Thirteen”.
Ceritanya kompleks dan terhubung lewat banyak karakter dan improvisasi, sehingga nonton versi lengkapnya seperti mengikuti jaringan naratif besar yang lambat terurai.
How Yukong Moved the Mountains — 763 Menit

Film dokumenter klasik yang dibagi jadi 12 bagian ini merekam kehidupan di China selama Revolusi Kebudayaan. Alih‑alih fokus pada satu tokoh besar, filmnya melihat berbagai segmen masyarakat, mulai dari nelayan, buruh pabrik, siswa sekolah, sampai seniman opera Peking.
Evolution of a Filipino Family — 624 Menit

Disutradarai oleh Lav Diaz, film ini mengikuti kehidupan sebuah keluarga petani di Filipina dari awal 1970‑an sampai akhir 1980‑an — periode perubahan besar di bawah rezim Marcos.
Film ini lebih dari sekadar drama keluarga. Ia ingin bikin penonton merasakan kehidupan yang lambat, stagnan, dan penuh perjuangan sosial lewat tempo yang sengaja sangat pelan.
Shoah — 566 Menit

Film dokumenter penting ini disutradarai oleh Claude Lanzmann dan membahas Holocaust dengan wawancara panjang dengan penyintas, korban, saksi mata, dan mantan pelaku.
Shoah bukan film naratif biasa, tapi sebuah arsip besar sejarah trauma manusia yang sengaja dibuat panjang supaya masing‑masing suara bisa terdengar dan dirasakan secara utuh.
Tie Xi Qu: West of the Tracks — 551 Menit

Film dokumenter ini memberi gambaran tentang kehidupan buruh pabrik di distrik industri Tiexi, Shenyang, China, saat era industri perlahan runtuh.
Fokusnya bukan pada drama, tapi dokumentasi realitas sosial: kehidupan keluarga buruh, suara mesin yang kian sunyi, dan dinamika komunitas pekerja saat sistem ekonomi berubah.
Heremias — 519 Menit

Film ini berkisar pada Heremias, seorang petani yang bernazar berpuasa 40 hari demi menyelamatkan seorang gadis dari ancaman kejahatan.
Meski premisnya sederhana, durasi panjangnya dipakai untuk mengembangkan batin dan perjalanan emosional tokoh, serta menampilkan ritme kehidupan yang lambat dan mendalam.
Dead Souls — 495 Menit

Film dokumenter ini disutradarai oleh Wang Bing. Ia membawa kita mendengar testimoni lebih dari 120 penyintas dari kamp kerja paksa Jiabiangou dan Mingshui di China semasa Anti‑Rightist Campaign tahun 1950‑an.
Film ini merupakan dokumentasi sejarah yang tak terdokumentasi di buku resmi, berupa cerita manusia yang bertahan dari kerasnya kondisi kamp.
Kesimpulan
Nah bagaimana, kalian kagetkan bahwa ada film yang ternyata durasinya jauh dari kata normal. Mungkin untuk menyelesaikannya, tidak akan bisa dalam sekali duduk. Pasti akan memberikan pengalaman nonton yang beda daril film pada umumnya.




