Ketika mencari laptop dengan harga terjangkau, mungkin kalian akan menemukan perangkat yang masih menggunakan Intel Celeron. Chipset ini memang banyak dipakai untuk kelas entry level, namun pertanyaannya, “Apakah Intel Celeron ini masih layak dipakai di tahun 2026?“
Dengan kebutuhan sumber daya yang semakin tinggi, apakah komponen tersebut masih bisa mendukung aktivitas kita yang kian kompleks? Di saat prosesor kelas atas terus berkembang, Intel Celeron yang dulu cukup populer kini mulai terasa tertinggal.
Jadi, jika kamu berencana membeli laptop murah atau masih menggunakan perangkat lama dengan Intel Celeron, ada baiknya mempertimbangkan apakah prosesor ini masih memenuhi standar kebutuhanmu.
Sejarah Singkat Intel Celeron

Intel Celeron pertama kali diperkenalkan pada tahun 1998 sebagai prosesor entry-level. Sejak saat itu, prosesor ini menjadi pilihan utama bagi mereka yang membutuhkan komputer dengan harga terjangkau.
Bayangin, pada saat itu, Celeron hadir untuk memberikan solusi bagi pengguna yang nggak butuh performa super tinggi, tapi tetap bisa menjalankan tugas-tugas dasar seperti mengetik, browsing, atau nonton YouTube.
Intel Celeron berhasil mengisi gap di pasar komputer yang membutuhkan pilihan murah namun tetap memadai untuk kebutuhan sehari-hari.
Perkembangan dan Penurunan Relevansi Intel Celeron
Tapi, seiring berjalannya waktu, teknologi terus berkembang pesat. Sementara itu, Intel Celeron malah terkesan stagnan. Performa yang rendah dan spesifikasi yang semakin ketinggalan zaman membuat Celeron kesulitan untuk mengikuti perkembangan teknologi.
Pada tahun 2026, kita sudah melihat prosesor dengan spesifikasi yang jauh lebih tinggi dan efisien, seperti Intel Core dan AMD Ryzen, yang mampu menangani tugas-tugas berat dengan mudah.
Alasan Intel Celeron Tidak Layak di Tahun 2026?

Teknologi terus berkembang dengan cepat, dan sementara prosesor lain semakin canggih, Intel Celeron tampaknya kesulitan untuk mengikuti arus. Mari kita bahas bersama-sama.
Kelemahan Intel Celeron dalam Performa
Coba bayangkan kamu masih menggunakan prosesor dengan hanya dua core dan clock speed maksimal hanya sekitar 2-3 GHz di 2026. Gimana rasanya? Tentu nggak sebanding dengan kebutuhan komputasi modern yang memerlukan kekuatan lebih besar.
Intel Celeron memang dirancang untuk keperluan ringan, tapi di zaman sekarang, banyak aplikasi dan program yang membutuhkan performa lebih tinggi.
Bahkan, untuk pekerjaan seperti editing video ringan atau multitasking, prosesor ini akan terasa lambat dan mudah tersendat.
Teknologi yang Ketinggalan Zaman
Dengan teknologi yang terus berkembang, prosesor yang dulu “mewah” di masanya kini jadi kuno. Teknologi Intel Celeron masih menggunakan arsitektur yang lebih tua, dan itu nggak bisa lagi diandalkan untuk memenuhi standar komputer masa kini.
Kecepatan dan efisiensi yang lebih rendah dibandingkan dengan prosesor lain seperti Intel Core atau AMD Ryzen membuat Celeron ketinggalan jauh. Pada tahun 2026, hampir semua perangkat modern lebih memilih prosesor dengan lebih banyak core dan teknologi yang lebih canggih.
Cara Mengoptimalkan Intel Celeron

Meskipun Intel Celeron memiliki banyak kekurangan, bukan berarti tidak ada cara untuk membuatnya sedikit lebih bertenaga. Jika kamu masih menggunakan prosesor ini, ada beberapa trik yang bisa membantu agar kinerjanya lebih optimal untuk kegiatan sehari-hari.
RAM dan SSD untuk Mencukupi
Meskipun Intel Celeron terkesan terbatas, ada cara agar performanya sedikit meningkat. Salah satunya dengan menambah RAM besar dan mengganti hard drive tradisional dengan SSD. RAM 8GB atau bahkan 16GB bisa membantu menjalankan beberapa aplikasi sekaligus tanpa lag yang berarti.
Ditambah lagi, penyimpanan SSD yang jauh lebih cepat dibandingkan HDD atau eMMC bisa mempercepat proses loading aplikasi dan sistem operasi. Kecepatan SSD yang bisa mencapai 7300MB/s jauh lebih baik daripada HDD yang cuma mencapai 90-150MB/s, yang pastinya akan terasa banget ketika membuka file atau aplikasi.
Gunakan untuk Aktivitas Ringan
Lalu, untuk apa sih Intel Celeron sebenarnya masih layak digunakan? Ya, prosesor ini sebenarnya masih oke banget untuk aktivitas sehari-hari yang ringan. Pekerjaan seperti mengetik, browsing, nonton YouTube, atau melakukan video call masih bisa dilakukan dengan lancar.
Apakah Laptop Intel Celeron Masih Layak Dibeli?

Di pasar laptop murah, Intel Celeron masih sering dijumpai. Harganya yang terjangkau menjadikannya pilihan populer di kalangan pengguna dengan anggaran terbatas.
Laptop dengan harga sekitar Rp2 juta–Rp3 juta seringkali menggunakan Intel Celeron sebagai prosesor utamanya. Namun, meskipun harganya murah, apakah laptop tersebut cukup untuk kebutuhan kamu?
Untuk penggunaan ringan, seperti tugas sekolah atau pekerjaan kantor sederhana, laptop dengan Intel Celeron masih bisa diandalkan. Tapi, kalau kamu butuh laptop untuk multitasking atau pekerjaan berat, kamu mungkin harus mempertimbangkan pilihan lain.
Laptop Lain dengan Prosesor yang Lebih Baik
Jika kalian butuh performa lebih, sebaiknya pilih laptop dengan AMD Ryzen 5 atau Intel Core i3 yang punya performa lebih baik untuk aktivitas sehari-hari dan bahkan gaming ringan.
Beberapa laptop dengan harga serupa, atau hanya sedikit lebih mahal, sudah dilengkapi dengan prosesor yang lebih kencang dan punya banyak fleksibilitas untuk penggunaan jangka panjang.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, Intel Celeron sudah saatnya digantikan oleh prosesor yang lebih modern. Meskipun masih bisa digunakan untuk tugas-tugas ringan, performanya yang terbatas jelas nggak bisa mendukung kebutuhan komputasi yang lebih tinggi di tahun 2026.
Jika kamu ingin laptop atau PC yang lebih bertenaga, lebih efisien, dan bisa bertahan lebih lama, prosesor lain seperti Intel Core atau AMD Ryzen akan jadi opsi yang lebih baik.




