Selama ini, banyak orang hanya bisa bermimpi untuk memiliki MacBook karena harganya yang terlalu mahal. Nah, sebagai solusi, Apple menghadirkan MacBook Neo sebagai produk yang diposisikan dengan harga yang lebih terjangkau.
Hal ini pastinya bisa jadi alternatif buat kalian yang mungkin selama ini tak bisa membeli produk MacBook. Tapi, sebelum kalian terlalu senang dan langsung klik beli, ada baiknya cari tahu terlebih dahulu kekurangannya.
Meskipun harganya lebih ramah di kantong, MacBook Neo punya beberapa fitur yang disederhanakan untuk menekan biaya produksi. Jadi, pastikan kalian tahu dulu apa saja yang bisa jadi pertimbangan sebelum memutuskan untuk membeli laptop ini.
Apa Saja Kelemahan MacBook Neo?
Apple akhirnya mendengar suara pengguna yang menginginkan laptop Mac dengan harga lebih terjangkau. Maka lahirlah MacBook Neo, si laptop dengan label harga sekitar 500 dolar AS, atau sekitar 8,4 juta rupiah.
Dengan harga yang lebih rendah, Apple ingin menggaet lebih banyak pengguna, khususnya mereka yang selama ini memilih laptop Windows murah atau bahkan Chromebook karena masalah harga.
MacBook Neo hadir dengan desain yang cukup eye-catching, pilihan warna cerah yang menyegarkan, dan tentunya masih membawa pengalaman khas Apple. Tapi, seperti halnya produk dengan harga yang lebih terjangkau, ada beberapa penyesuaian di dalamnya.
Beberapa fitur unggulan dari MacBook premium hilang begitu saja. Nah, sebelum kamu terlalu excited, ada baiknya tahu dulu kekurangan-kekurangan yang bisa jadi pertimbangan penting.
Chip A18 Pro

Salah satu hal pertama yang bakal kamu notice di MacBook Neo adalah chip yang digunakan. Alih-alih menggunakan chip seri M seperti yang ada di MacBook Air atau MacBook Pro, Apple memilih chip A18 Pro yang biasa dipakai di iPhone 16 Pro.
Ternyata, chip ini lebih hemat energi dan efisien untuk perangkat mobile seperti ponsel, tapi agak berbeda kalau dipakai untuk laptop. Memang, chip A18 Pro sudah cukup bertenaga untuk kebutuhan sehari-hari seperti browsing, mengetik, atau streaming video.
Tapi, kalau kamu berniat untuk melakukan tugas berat seperti editing video atau pengolahan grafis, performanya bakal terasa kurang maksimal. Hanya punya GPU lima inti, chip ini masih kalah dengan chip M-series yang ada di MacBook lain.
Meskipun harganya lebih terjangkau, jangan berharap performa MacBook Neo setara dengan MacBook yang lebih mahal. Kalau kamu butuh laptop dengan daya olah yang lebih tinggi, mungkin kamu bisa mempertimbangkan model lain yang lebih premium.
RAM 8GB Tidak Bisa Diupgrade

Kita lanjut ke masalah RAM. MacBook Neo cuma dibekali dengan RAM 8 GB yang nggak bisa di-upgrade. Jadi, kalau kamu berharap bisa menambah kapasitas memori seiring waktu, sayangnya itu nggak bisa dilakukan.
8 GB mungkin cukup buat kebutuhan dasar seperti browsing atau mengetik, tapi kalau kamu sering multitasking atau membuka banyak tab, memori ini bisa cepat terasa penuh. Bahkan, laptop modern saat ini banyak yang mulai menawarkan RAM 16 GB sebagai standar.
Selain itu, bandwidth memori MacBook Neo juga lebih rendah dibandingkan MacBook lainnya. Hanya sekitar 60 GB per detik, yang jauh lebih kecil dibandingkan MacBook Air. Ini bakal terasa lebih parah kalau kamu sering membuka banyak aplikasi sekaligus atau menjalankan program berat.
Fitur Layar yang Terbatas

Layar MacBook Neo mungkin terlihat bagus dengan ukuran 13 inci dan resolusi 2408 × 1506 yang cukup tajam. Layar ini juga mendukung hingga satu miliar warna dan tingkat kecerahan maksimal 500 nits.
Tapi, untuk menekan harga, Apple menghilangkan beberapa fitur premium, seperti dukungan untuk gamut warna P3 yang lebih luas, yang memungkinkan reproduksi warna lebih hidup dan akurat.
MacBook Neo hanya mendukung ruang warna sRGB, yang meskipun cukup baik untuk penggunaan sehari-hari, nggak sebaik MacBook lainnya yang menggunakan P3.
Selain itu, layar ini juga nggak dilengkapi dengan teknologi True Tone, yang biasanya menyesuaikan temperatur warna layar sesuai dengan pencahayaan di sekitar. Kecerahan layar juga tidak bisa disesuaikan secara otomatis karena MacBook Neo tidak memiliki sensor cahaya sekitar.
Kehilangan Port MagSafe

Di MacBook Neo, Apple menghilangkan port MagSafe yang sudah jadi ciri khas MacBook modern. Sebagai gantinya, laptop ini cuma memiliki dua port USB-C di sisi kiri.
Salah satu port mendukung USB 3 dengan kecepatan hingga 10 Gb per detik, sedangkan port lainnya hanya mendukung USB 2 dengan kecepatan lebih rendah.
Memang, USB-C sudah jadi standar di banyak laptop saat ini, tetapi kehilangan MagSafe bisa menjadi kendala bagi beberapa orang.
Port MagSafe punya kelebihan yang nggak dimiliki oleh USB-C, dimana kabelnya bisa lepas secara magnetik jika tertarik atau tersenggol.
Tanpa MagSafe, kamu harus lebih berhati-hati saat mengisi daya, karena kabel USB-C yang terpasang lebih mudah terlepas atau bahkan bisa menyebabkan laptop jatuh kalau terhenti dengan kasar.
Keyboard Tanpa Backlight

Keyboard tanpa backlight ini bisa bikin nggak nyaman saat menggunakan MacBook Neo, terutama saat di ruangan dengan pencahayaan minim.
Hampir semua laptop Mac sebelumnya sudah dilengkapi dengan lampu latar di keyboard, tapi sayangnya, MacBook Neo nggak memilikinya. Kalau kamu suka ngetik di tempat gelap, fitur ini pasti bikin sedikit repot.
Selain itu, trackpad MacBook Neo juga nggak secanggih MacBook lainnya. Laptop ini hanya memakai trackpad fisik multi-touch yang lebih simple, bukan tipe Force Touch yang ada di model MacBook premium.
Jadi, kamu nggak bisa menikmati fitur-fitur canggih seperti Force Click atau kontrol tekanan. Fitur keamanan seperti Touch ID juga nggak ada di varian penyimpanan 256 GB.
Kesimpulan
MacBook Neo hadir dengan harga yang lebih terjangkau namun dengan beberapa penyesuaian. Jadi kalau kalian merasa beberapa poin diatas tidak menjadi masalah, ia bisa jadi perangkat kerja alternatif yang lebih murah.




