Kenapa Game Kompetitif Sering Membuat Emosi?

Emosi di Game Online
Emosi di Game Online

Budaya dalam dunia game memang sudah banyak berubah. Dulu, kita seringkali main game bareng teman lewat konsol, duduk santai di ruang tamu, dan menikmati waktu bersama. Tapi sekarang, dengan hadirnya berbagai game online, tren tersebut beralih drastis.

Game nggak lagi sekadar hiburan santai, melainkan telah menjadi ajang kompetitif yang nggak hanya menguji kemampuan, tapi juga emosional pemainnya.

Namun, di sisi lain, atmosfer kompetitif ini sering kali membuat emosi pemain lebih mudah tersulut. Ada rasa takut kalah, tekanan dari tim, hingga sistem peringkat yang membuat kemenangan seolah menjadi hal yang harus diraih dengan segala cara.

Inilah yang seringkali membuat game kompetitif jadi arena yang tidak hanya menguji skill, tapi juga menguji seberapa besar kita bisa mengendalikan emosi dalam situasi yang penuh tekanan.

Penyebab Banyak Orang Marah-Marah Karena Game

Jika kalian perhatikan, di berbagai game online khususnya yang kompetitif seperti MLBB, PUBGM, Free Fire, pasti kadang menemukan pemain yang marah-marah. Biasanya karena dalam kondis kalah sehingga emosi mereka pun lebih mudah tersulut.

Lantas apa sih latar belakang yang membuat fenomena ini terjadi? Mari kita bahas satu per satu.

Dorongan untuk Menang

Emosi di Game Online
Emosi di Game Online

Saat main game kompetitif, salah satu hal pertama yang muncul adalah dorongan kuat untuk menang. Bukan sekadar mencari kesenangan, tetapi kemenangan sering kali dianggap sebagai pengakuan akan kemampuan dan skill kita.

Bayangkan, setiap kali kamu menang, rasanya seperti validasi atas semua usaha dan waktu yang kamu habiskan untuk meningkatkan kemampuan bermain.

Namun, sayangnya, hal ini juga berlaku sebaliknya. Ketika kalah, perasaan kecewa dan marah sering kali muncul begitu saja. Kekalahan dalam game kompetitif sering kali dipersepsikan sebagai kegagalan pribadi, bukan hanya sekadar kekalahan dalam permainan.

Ini yang membuat emosi jadi naik turun begitu cepat, dari euforia menang jadi frustrasi kalah dalam hitungan menit. Karena itulah, ketakutan akan kalah sering kali menghinggapi pemain, terutama ketika berada di mode ranked.

Interaksi dalam Game

Emosi di Game Online
Emosi di Game Online

Game kompetitif tidak hanya soal kamu melawan komputer atau AI, tapi melawan orang lain yang juga ingin menang. Nah, inilah yang membuat game kompetitif jadi lebih intens, karena ada interaksi sosial yang melibatkan orang lain dengan karakter dan emosi yang berbeda-beda.

Pernah nggak, kamu lagi asyik main dan tiba-tiba ada yang ngomong kasar atau malah menyalahkan kamu karena tim kalah? Itulah yang sering terjadi di dunia game kompetitif.

Berbeda dengan melawan AI yang netral dan nggak punya perasaan, interaksi dengan pemain lain sering kali membuat situasi jadi lebih emosional.

Ketika salah satu pemain melakukan kesalahan, itu bisa berimbas ke seluruh tim, dan bukan nggak mungkin kalau ada anggota tim yang merasa tertekan atau bahkan disalahkan.

Dan ini belum termasuk perilaku toksik yang banyak ditemui dalam game kompetitif, seperti flame war atau bullying online. Kata-kata kasar, provokasi, dan bahkan hinaan sering kali muncul dalam game, menambah tekanan mental bagi pemain.

Pengaruh Sistem Peringkat

Emosi di Game Online
Emosi di Game Online

Sistem peringkat atau ranked dalam game kompetitif adalah salah satu faktor yang membuat emosi pemain semakin naik turun. Peringkat ini sering kali dianggap sebagai simbol status dan pencapaian, seperti medali atau penghargaan dalam dunia nyata.

Naik peringkat, kita merasa bangga dan puas dengan usaha yang telah dilakukan. Tapi kalau turun, itu bisa jadi pukulan yang cukup berat bagi mental.

Buat banyak orang, peringkat itu adalah refleksi dari kemampuan, usaha, dan bahkan harga diri mereka. Jadi, ketika peringkat turun, banyak pemain yang merasa seperti kemampuan mereka dipertanyakan atau bahkan dianggap kurang.

Apa yang terjadi ketika kita nggak bisa naik peringkat? Emosi negatif seperti frustrasi, rasa nggak puas, dan terkadang bahkan rasa malu bisa muncul.

Adrenalin dan Keputusan Cepat

Emosi di Game Online
Emosi di Game Online

Kalau kamu pernah main game kompetitif yang membutuhkan keputusan cepat, pasti tahu betul bagaimana adrenalin bisa memengaruhi permainan.

Game kompetitif sering kali menuntut kita untuk bereaksi cepat dalam waktu yang sangat singkat, bahkan hanya dalam hitungan detik.

Saat itulah adrenalin tubuh bekerja, memberikan sensasi yang mendalam dan memacu kita untuk berpikir dan bertindak dengan cepat.

Namun, adrenalin ini juga bisa menjadi pedang bermata dua. Sisi positifnya, ia bisa meningkatkan fokus dan ketangkasan kita. Tapi, di sisi lain, adrenalin juga bisa membuat kita bereaksi berlebihan terhadap situasi kecil.

Reaksi impulsif ini yang sering kali membuat kita bertindak secara berlebihan, entah itu marah, kecewa, atau bahkan melakukan kesalahan yang lebih besar.

Identitas Diri dalam Game

Emosi di Game Online
Emosi di Game Online

Pernah merasa seperti akun game kamu adalah bagian dari diri sendiri? Banyak pemain yang menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengembangkan karakter atau akun mereka.

Ini bukan sekadar soal game, tetapi juga tentang identitas digital yang sudah mereka bangun. Saat karakter atau akun tersebut kalah atau dipermalukan, perasaan pribadi ikut terbawa.

Inilah yang membuat emosi dalam game kompetitif bisa terasa begitu personal. Ketika karakter yang kita asuh dengan penuh usaha dan dedikasi harus menelan kekalahan, itu bisa terasa seperti kegagalan diri sendiri.

Kritik terhadap permainan kita seolah menjadi kritik terhadap kemampuan kita sebagai pribadi. Ini sangat berbeda dengan permainan yang hanya melibatkan AI, karena AI tidak akan membuat kita merasa seburuk saat harus menghadapi realitas kekalahan dari pemain lain.

Kesimpulan

Setelah melihat semua faktor yang bisa mempengaruhi emosi dalam game kompetitif, rasanya nggak heran kalau kita bisa merasa sangat terlibat, baik itu euforia saat menang atau frustrasi saat kalah.

Tapi, yang penting adalah menyadari bahwa game itu tetap untuk kesenangan, bukan jadi sumber stres. Kalau kamu merasa emosi mulai menguasai, nggak ada salahnya untuk istirahat sejenak, ambil napas, dan kembali bermain dengan pikiran yang lebih segar.

Lagipula, yang namanya hiburan itu harusnya bikin senang, bukan malah bikin stres, kan? Jadi, yuk, nikmati permainanmu tanpa terjebak dalam emosi yang nggak perlu!