Kalau kamu sempat lewat ke tempat rental PlayStation, mungkin kamu pernah nyadar betapa suasana di sana itu beda banget sama main di kamar sendiri.
Ada yang tertawa bareng teman, ngadu skor sambil nunggu giliran, sampai diskusi soal game terbaru yang bikin jam berlalu tanpa terasa.
Meski game mobile dan game online makin berkembang, tempat rental PS masih sering dikunjungi banyak orang karena rasa kebersamaan dan pengalaman gaming yang sulit tergantikan.
Tapi pertanyaannya, di tahun 2026 ini apakah bisnis rental PS masih relevan dan menarik buat dijalankan atau cuma tinggal kenangan zaman dulu? Mari kita bahas bersama-sama.
Tren Gaming Tahun 2026

Sekarang ini, main game udah kayak jadi bagian dari kehidupan sehari-hari kita. Industri gaming global bahkan diproyeksikan mencapai pendapatan sekitar $205 miliar pada 2026, dengan pertumbuhan yang tetap kuat meskipun ada berbagai perubahan pola bermain.
Di sisi lain, mobile gaming juga makin mendominasi pasar. Pendapatan mobile gaming diperkirakan menyusul naik dari sekitar $92,6 miliar ke lebih dari $110 miliar menjelang 2026, menandakan hampir 56–58% pangsa pasar gaming global.
Itu berarti pemain yang dulunya sering main di konsol juga banyak yang beralih ke smartphone karena gratisan, mudah, dan bisa dimainkan di mana saja.
Tren ini tentu memberi tekanan ke bisnis rental PlayStation, karena mobile gaming menjadi pilihan utama banyak orang — apalagi kalau cuma pengen ‘cuci mata’ main game dalam waktu singkat.
Walaupun begitu, konsol seperti PlayStation tetap punya pangsa pasar yang baik dan penggemar loyal, terutama bagi mereka yang suka pengalaman grafis tinggi dan game eksklusif konsol.
Bahkan berdasarkan data industri, PlayStation masih memegang bagian terbesar di pasar konsol global dibandingkan rivalnya.
Kenapa Rental PS di Indonesia Belum Mati di 2026?

Kalau kamu pikir rental PS sudah tinggal nama tahun 2026, ternyata kenyataannya masih ada kok! Meski jumlahnya tidak sebanyak dulu, keberadaan rental PS tetap terasa di beberapa kota, terutama area dengan banyak pelajar, mahasiswa, atau komunitas gamer.
Salah satu alasan utamanya adalah harga konsol yang masih tergolong mahal, terutama konsol generasi terbaru seperti PS5. Konsol ini bisa memiliki banderol jutaan rupiah, belum termasuk biaya tambahan seperti stik cadangan, headset, atau langganan game.
Itu membuka peluang besar bagi usaha rental PlayStation untuk jadi solusi hemat bagi yang pengen main game terbaru tapi gak mau keluar duit banyak.
Selain soal harga, aspek sosial dan pengalaman bareng teman itu yang bikin rental PS tetap dicari. Gak bisa dipungkiri, suasana bermain secara luring — tertawa bareng, bercanda, atau adu skor langsung — itu memberikan rasa yang berbeda dari main sendirian di rumah.
Evolusi Model Bisnis Rental PS di 2026

Bisnis rental PS sekarang gak sekedar pasang konsol terus nunggu pelanggan. Banyak pemilik usaha sudah adaptasi supaya tetap relevan di era modern ini:
Tempat Bermain yang Nyaman
Rental PS masa kini sering menyediakan fasilitas yang bikin pelanggan betah, seperti ruangan ber-AC, sofa empuk, makanan/minuman ringan, dan koleksi game yang selalu update. Ini penting supaya pengalaman mainnya lebih asyik daripada sekadar main di kamar sendiri.
Fokus pada Komunitas dan Kompetisi
Beberapa rental bahkan mulai bikin turnamen kecil atau event komunitas yang bikin pemain kembali lagi karena suasana kompetitif dan kebersamaan yang seru. Ini jadi salah satu cara buat mempertahankan relevansi rental PS di tengah tren gaming digital.
Tantangan Rental PS di 2026

Tidak adil kalau kita bilang rental PS hidup terus tanpa tantangan. Faktanya, mobile gaming dan layanan digital makin berkembang dengan cepat. Model game gratis dengan in‑app purchase membuat banyak pemain betah main di ponsel tanpa perlu hardware khusus.
Belum lagi, layanan seperti cloud gaming atau langganan digital makin populer, yang memungkinkan pemain menikmati game berat tanpa punya konsol sendiri. Semua tren ini memberi tekanan yang nyata ke rental PS tradisional, karena kenyamanan bermain dari rumah makin tinggi.
Kesimpulan
Jadi, meskipun rental PlayStation di tahun 2026 jelas tidak sebesar era 2000‑an, bisnis ini masih punya alasan kuat untuk eksis.
Harga konsol yang tetap tinggi, pengalaman yang tidak tergantikan oleh game online, dan kemampuan beberapa rental yang beradaptasi dengan tren modern jadi faktor‑faktor yang menjaga relevansinya.
Kalau kamu lagi mikir mau buka rental PS, masih ada peluang kok. Jadi bagaimana, apakah kalian tertarik?




