Kalau ngomongin soal chipset smartphone, Mediatek dan Snapdragon memang jadi dua nama besar yang paling populer. Keduanya udah jadi andalan berbagai smartphone, dari yang entry-level sampai yang flagship. Tapi, di balik keduanya ada satu pemain lagi yang nggak kalah menarik perhatian, yaitu Exynos dari Samsung.
Exynos memang nggak sepopuler Snapdragon atau Mediatek di beberapa pasar, tapi mereka terus berusaha keras untuk bersaing dengan menghadirkan berbagai chipset untuk segmen yang berbeda.
Mulai dari yang entry-level buat ponsel harga terjangkau, sampai yang flagship dengan performa kelas atas yang siap mengimbangi pesaingnya.
Samsung terus berinovasi dengan Exynos, bahkan chipset ini udah dipakai di berbagai model Galaxy, dari yang paling terjangkau sampai yang paling canggih, dan tentunya, mereka terus meningkatkan kualitas di setiap serinya.
Jadi, kalau kamu penasaran dengan chipset Exynos ini dan apa saja keunggulannya, yuk simak ulasan tentang seri-seri Exynos yang wajib kamu tahu!
Daftar Seri Chipset Exynos
Sama seperti Snapdragon dan Mediatek, Exynos juga menghadirkan berbagai seri chipset untuk segmen konsumen yang berbeda. Entah kalian cari yang murah sampai yang premium, semuanya ada. Mari kita baahs satu per satu.
Exynos 800 Series

Untuk kamu yang cari ponsel dengan performa cukup oke tanpa harus menguras isi dompet, bisa pilih Exynos 800 series. Seri ini hadir dengan dua model utama, yaitu Exynos 850 dan Exynos 880. Keduanya ditujukan buat perangkat entry-level yang harganya terjangkau, kayak Samsung Galaxy A13 atau Galaxy A14.
Exynos 850 ini, meskipun terbilang basic, punya performa yang cukup baik buat keperluan sehari-hari. Chipset ini punya 8 core dengan clock speed 2.0GHz dan didukung GPU Mali-G52.
Sayangnya, Exynos 850 hanya mendukung jaringan 4G, jadi kalau kamu butuh ponsel dengan konektivitas 5G, bisa pilih Exynos 880 sebagai alternatif.
Dengan GPU Mali-G76 MP5 dan dukungan untuk rekam video hingga 4K, Exynos 880 menawarkan pengalaman yang lebih lancar meskipun harganya tetap terjangkau.
Exynos 900 Series

Melangkah ke seri yang lebih tinggi, Exynos 900 series hadir dengan model Exynos 980 dan Exynos 990. Seri ini mulai mengusung teknologi 5G yang semakin jadi kebutuhan utama di smartphone masa kini.
Kedua chipset ini menggunakan proses fabrikasi 8nm, dengan clock speed yang cukup kencang, yakni sekitar 2.2 hingga 2.7GHz. Dengan kapasitas penyimpanan UFS 3.0 dan kemampuan merekam video 8K 30FPS, Exynos 900 series sudah bisa digunakan di ponsel flagship masa lalu, seperti Samsung Galaxy Note 20 dan Galaxy S20 Ultra.
Exynos 1000 Series

Exynos 1000 series memiliki keunggulan dalam hal performa dan efisiensi daya. Seri ini meliputi Exynos 1280, Exynos 1380, Exynos 1480, dan Exynos 1580.
Chipset ini sudah lebih banyak ditemukan di ponsel mid-range dari Samsung, seperti Galaxy A54 atau Galaxy A35. Yang menarik, Exynos 1000 series sudah mendukung jaringan 5G dan bisa merekam video hingga 4K.
Salah satu keunggulannya adalah proses fabrikasi canggih, mulai dari 5nm hingga 4nm, yang memungkinkan efisiensi daya lebih tinggi dan performa lebih cepat.
Berdasarkan pengujian, Exynos 1000 series mampu mencapai skor 900 ribuan di AnTuTu dan performa Geekbench yang cukup solid. Jadi, kalau kamu cari ponsel dengan performa oke di kelas mid-range, chipset ini bisa jadi opsi menarik.
Exynos 2000 Series

Dan yang terakhir, untuk seri paling powerful dari semua chipset Exynos, yaitu Exynos 2000 series. Seri ini meliputi Exynos 2500 dan Exynos 2600, yang udah dipakai di ponsel flagship dari Samsung seperti Galaxy S21, S22 Ultra, dan Galaxy S23 Plus. Keunggulannya jelas, yaitu dari performanya yang sangat tinggi!
Exynos 2000 series menggunakan proses fabrikasi 2nm yang canggih, dengan clock speed 3.3GHz yang bikin performa ponsel terasa super cepat.
Gak cuma itu, chipset ini juga menggunakan GPU Samsung Xclipse 960, yang menjanjikan grafis lebih halus dan memuaskan, terutama buat gaming dan pemrosesan gambar.
Skor benchmark di AnTuTu bisa mencapai 2 juta, dan di Geekbench 6 pun sudah mencatatkan angka di sekitar 900-an di Single Core.
Dengan performa setinggi itu, nggak heran kalau Exynos 2000 series jadi otak utama buat perangkat flagship Samsung. Chipset ini dirancang untuk menjalankan segala aplikasi berat, mulai dari game AAA, video 4K, hingga AR/VR.
Chipset Exynos Jadul

Selain chipset Exynos terbaru yang sudah siap bersaing, ada juga beberapa seri Exynos lama yang sudah nggak digunakan lagi, seperti Exynos 3000 series (Exynos 3110), Exynos 7000 series (Exynos 7904), dan Exynos 9000 series (Exynos 9825).
Seri-seri ini sudah mulai jarang ditemukan di perangkat Samsung terbaru karena performanya yang kalah saing dengan chip modern saat ini.
Meskipun begitu, beberapa perangkat lama seperti Samsung Galaxy S8 dan Galaxy Note 10 masih menggunakan chipset ini, yang bisa dibilang cukup tangguh di masanya. Namun, kalau kamu cari performa yang lebih kekinian, seri-seri lama ini jelas nggak bisa diandalkan lagi.
Kesimpulan
Jadi, itu dia sekilas tentang berbagai seri chipset Exynos yang dikeluarkan oleh Samsung. Dari yang entry-level sampai flagship, Exynos terus berusaha untuk bersaing dengan chipset lain seperti Snapdragon dan MediaTek.
Dengan setiap seri yang terus berkembang, Samsung nggak cuma pengen bersaing, tapi juga ingin memastikan ekosistem perangkatnya tetap solid dan lebih mandiri.




