Kalau kalian sudah punya HP sejak jaman Nokia, pasti ingat betapa mudahnya untuk melepas dan mengganti baterai. Di zaman itu, baterai bisa dengan gampang diganti kapan saja.
Bahkan, kalau baterai mulai boros, kita tinggal buka casing belakang dan ganti baterai baru tanpa perlu repot-repot ke tempat servis.
Tapi, di era smartphone modern sekarang, baterai lepas itu hampir nggak pernah ditemukan lagi. Semua sudah pakai baterai tanam, yang untuk melepasnya, kadang butuh effort lebih.
Lalu, apa yang membuat teknologi ini beralih begitu drastis? Apakah ada keuntungan tertentu yang menjadikan baterai tanam lebih unggul dibandingkan baterai yang mudah dilepas pasang?
Alasan Smartphone Pakai Baterai Tanam
Tentu perubahan tren ke baterai tanam ini tidak terjadi bukan tanpa alasan. Karena ternyata ada banyak hal yang membuat baterai tanam itu lebih unggul daripada baterai yang dilepas pasang. Mau tahu apa aja?
Desain Jadi Lebih Tipis dan Ramping

Salah satu alasan terbesar perubahan ini adalah untuk desain yang lebih tipis dan ramping. Dengan baterai tanam, produsen bisa mengoptimalkan ruang di dalam ponsel tanpa harus menambah ruang untuk pengunci atau penutup baterai.
Sebagai contoh, smartphone zaman sekarang cenderung makin minimalis, tapi tetap punya kamera, speaker, dan berbagai fitur keren lainnya.
Nah, dengan baterai tanam, ruang internal bisa lebih efisien, dan tata letak komponen pun jadi lebih fleksibel. Ini yang akhirnya bikin smartphone bisa tampil lebih premium dan ergonomis—nggak tebal dan pas banget di tangan.
Bodi Lebih Kuat dan Tahan Lama

Baterai tanam juga berperan penting dalam membuat struktur bodi smartphone jadi lebih kuat dan tahan lama. Karena baterainya terintegrasi langsung di dalam, smartphone bisa punya rangka internal yang lebih solid.
Tanpa adanya mekanisme pembuka baterai, seluruh bodi bisa dibuat lebih kokoh dan aman. Ini artinya, risiko komponen yang longgar atau hilang ketika ponsel terjatuh jadi lebih kecil.
Bukan hanya itu, dengan adanya baterai tanam, smartphone bisa lebih tahan terhadap debu dan air. Sertifikasi IP67 atau IP68 yang menjamin perangkat tahan air dan debu pun lebih mudah dicapai dengan desain baterai tertutup ini.
Keamanan Baterai Lebih Terjamin

Nah, kalau soal keamanan, ini salah satu alasan mengapa baterai tanam sekarang jadi lebih diutamakan. Dulu, meskipun baterai bisa dilepas dengan mudah, banyak kasus baterai palsu atau baterai tidak standar yang bisa berisiko buat keselamatan.
Misalnya, risiko panas berlebih atau ledakan yang bisa terjadi akibat baterai yang tidak sesuai standar.
Dengan baterai tanam, produsen bisa mengontrol kualitas baterai dengan lebih ketat. Baterai yang digunakan sudah teruji dan sesuai standar, jadi lebih aman dipakai.
Selain itu, manajemen daya dan pengaturan suhu juga lebih optimal karena sistem perangkat keras dan perangkat lunak sudah disesuaikan dengan baterai yang terpasang. Ini mengurangi risiko masalah seperti overheat yang bisa membahayakan penggunanya.
Dukungan Fast Charging dan Wireless Charging

Fitur-fitur canggih seperti fast charging dan wireless charging jadi lebih mudah diterapkan pada smartphone dengan baterai tanam. Baterai yang terpasang secara permanen memungkinkan pengaliran arus yang lebih besar dan stabil.
Bahkan, teknologi seperti bypass charging yang menjaga kestabilan arus listrik dan suhu, juga lebih efektif di desain baterai tertutup.
Baterai tanam juga mendukung penerapan wireless charging, yang memungkinkan kamu mengisi daya tanpa kabel. Desain smartphone yang tertutup membuat transfer daya nirkabel lebih lancar, dan proses pengisian bisa lebih konsisten.
Efisiensi Produksi

Mungkin nggak banyak yang tahu, tapi ada sisi efisiensi produksi yang diperoleh dari penggunaan baterai tanam. Proses perakitan smartphone jadi lebih sederhana dan terstandarisasi.
Produsen nggak perlu khawatir lagi soal penguncian baterai yang ribet atau casing yang harus bisa dibuka-tutup. Dengan cara ini, biaya produksi bisa lebih ditekan, sementara kualitas smartphone tetap terjaga.
Selain itu, strategi industri smartphone yang mengarah pada siklus hidup perangkat juga lebih mudah dilakukan. Kebanyakan orang cenderung mengganti smartphone setelah beberapa tahun, jadi produsen lebih memilih menawarkan layanan penggantian baterai resmi ketimbang membuat baterai yang bisa dilepas.
Pelopor Baterai Tanam

Mungkin kalian nggak tahu, tapi Apple lah yang menjadi salah satu pelopor penggunaan baterai tanam di smartphone. Sejak iPhone generasi pertama dirilis pada 2007, Apple sudah mengintegrasikan baterai secara permanen dalam desainnya.
Langkah ini membuat iPhone lebih tipis, lebih kuat, dan lebih aman—tanpa mengorbankan daya tahan baterai. Setelah itu, banyak produsen smartphone lain yang mengikuti jejak Apple dan menerapkan teknologi serupa pada produk mereka.
Kesimpulan
Jadi, meski baterai tanam mungkin mengurangi sedikit fleksibilitas bagi pengguna, teknologi ini jelas memberikan banyak keunggulan dari segi desain, keamanan, dan fitur canggih lainnya.
Dengan baterai yang terintegrasi, smartphone jadi lebih tipis, kuat, dan tahan lama. Teknologi seperti fast charging dan wireless charging juga bisa berjalan lebih optimal.
Nah bagaimana menurut kalian, apakah lebih suka menggunakan baterai tanam atau removable? Silahakn tulis pendapat kalian!




