Cara Cek Kesehatan Mental Dengan BPJS Kesehatan

Cara Cek Kesehatan Mental Dengan BPJS Kesehatan
Cara Cek Kesehatan Mental Dengan BPJS Kesehatan

Semakin hari, kita menyadari betapa pentingnya menjaga kesehatan tubuh. Namun, seringkali kita lupa bahwa kesehatan bukan hanya sebatas fisik saja, tetapi juga mencakup kesehatan mental. Sudahkah kita memberikan perhatian yang cukup terhadap kesehatan mental kita?

Dalam beberapa tahun terakhir, kita menyaksikan peningkatan kasus bunuh diri, terutama di kalangan mahasiswa. Statistik depresi mencengangkan, dengan 9,162,886 kasus di Indonesia dan prevalensi sebesar 3,7%. Hal tersebut menjadi bukti nyata bahwa kesehatan mental bukan sesuatu yang bisa diremehkan.

Tak hanya itu, remaja juga menjadi salah satu segmen yang sering mengalami masalah kesehatan mental. Dengan 6,1% dari penduduk usia 15 tahun ke atas mengalami gangguan kesehatan mental. Hal ini tentu bisa menjadi masalah serta ancaman serius yang perlu diperhatikan.

Maka dari itu, BPJS Kesehatan juga ikut hadir untuk memfasilitasi para pesertanya yang ingin melakukan cek kesehatan mental. Ini merupakan salah satu bentuk usaha untuk mengurangi tingkat gangguna mental yang diderita oleh masyarakat Indonesia gar bisa dideteksi lebih dini.

Faktor Risiko yang Menyebabkan Gangguan Kesehatan Mental

Cara Cek Kesehatan Mental Dengan BPJS Kesehatan
Cara Cek Kesehatan Mental Dengan BPJS Kesehatan

Salah satu hal yang masih banyak tidak dipahami oleh masyarakat Indonesia adalah banyaknya faktor yang bisa menyebabkan gangguan pada kesehatan mental. Perlu dilakukan sosialisasi tentang hal penting apa saja yang bisa meningkatkan risiko ganggunan kesehatan mental dalam diri seseorang.

  • Gender: Perempuan memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami depresi dan kecemasan, sementara laki-laki cenderung lebih rentan terhadap ketergantungan zat dan perilaku antisosial.
  • Periode Pasca Melahirkan: Wanita yang baru saja melahirkan memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan mental, seperti depresi postpartum.
  • Trauma dan Masa Kanak-Kanak: Pengalaman trauma atau masalah pada masa kanak-kanak dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental di kemudian hari.
  • Profesi yang Rentan terhadap Stres: Beberapa profesi, terutama yang memiliki tingkat stres yang tinggi, dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental. Misalnya, pekerjaan dengan tekanan kerja tinggi atau tuntutan emosional yang besar.
  • Riwayat Keluarga dengan Penyakit Mental: Ketika ada riwayat keluarga dengan gangguan kesehatan mental, individu tersebut memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi serupa.
  • Riwayat Kelahiran dengan Gangguan pada Otak: Adanya gangguan pada otak yang muncul sejak lahir dapat menjadi faktor risiko untuk pengembangan gangguan kesehatan mental.
  • Riwayat Penyakit Mental Sebelumnya: Individu yang pernah mengalami gangguan kesehatan mental sebelumnya memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami episode yang serupa.
  • Penyalahgunaan Alkohol atau Obat-obatan Terlarang: Penyalahgunaan alkohol atau obat-obatan terlarang dapat memperburuk atau memicu gangguan kesehatan mental.

Peran BPJS Kesehatan dalam Akses Layanan Kesehatan Mental

BPJS Kesehatan, sebagai penyelenggara Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), memiliki peran penting dalam memastikan bahwa layanan kesehatan mental agar lebih mudah diakses oleh seluruh masyarakat. Berikut adalah peran utama BPJS Kesehatan dalam mendukung akses terhadap layanan kesehatan mental:

1. JKN-KIS Sebagai Pelayanan Kesehatan Universal

Program JKN-KIS menyediakan pelayanan kesehatan universal bagi seluruh pesertanya. Hal ini mencakup juga pelayanan untuk gangguan kesehatan mental.

2. Akses Pengobatan Gratis untuk Disabilitas Jiwa

Pemegang kartu BPJS Kesehatan yang mengalami disabilitas jiwa atau gangguan kesehatan mental dapat mendapatkan akses pengobatan secara gratis. Mulai dari rehabilitasi medis dan konseling dengan psikolog di fasilitas kesehatan, sesuai indikasi medis dan diagnosis dokter.

3. Fasilitas Kesehatan Rujukan

BPJS Kesehatan memberikan akses ke berbagai fasilitas kesehatan, termasuk rumah sakit dan klinik yang menyediakan layanan kesehatan mental. Hal ini memungkinkan peserta JKN-KIS untuk mendapatkan bantuan dari spesialis kesehatan mental jika diperlukan.

4. Pemberian Obat Khusus oleh Psikiater

Dalam beberapa kasus, psikiater mungkin meresepkan obat khusus untuk pengobatan gangguan kesehatan mental. BPJS Kesehatan memastikan bahwa peserta JKN-KIS dapat menerima obat-obatan tersebut melalui program ini.

5. Konsultasi dengan Psikolog atau Psikiater

Pemegang kartu BPJS Kesehatan dapat melakukan konsultasi dengan psikolog atau psikiater secara berkala. Mulai dari evaluasi dan konseling yang diperlukan untuk pemulihan atau manajemen kondisi kesehatan mental.

Prosedur Cek Kesehatan Mental dengan BPJS Kesehatan

Cara Cek Kesehatan Mental Dengan BPJS Kesehatan
Cara Cek Kesehatan Mental Dengan BPJS Kesehatan

Untuk melakukan cek kesehatan mental dengan menggunakan BPJS Kesehatan, ada prosedur yang harus kalian ikuti. Berikut panduan lengkap yang sudah Jakarta Studio rangkum untuk kalian :

1. Persiapan Dokumen

Siapkan dokumen-dokumen yang diperlukan, termasuk kartu BPJS Kesehatan atau Kartu Indonesia Sehat (KIS), fotokopi kartu BPJS Kesehatan atau KIS, fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP), fotokopi Kartu Keluarga, dan hasil diagnosis dokter. Kadang surat rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama (faskes tingkat 1) mungkin juga diperlukan.

2. Kunjungan ke Faskes Tingkat 1

Datanglah ke fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti dokter umum, puskesmas, klinik kesehatan, atau rumah sakit. Pada tahap ini, kalian dapat menjalani konsultasi awal dengan dokter untuk mengevaluasi keluhan kesehatan mental kalian.

3. Pendaftaran di Rumah Sakit Rujukan

Jika diperlukan lebih lanjut, dokter di fasilitas kesehatan tingkat pertama mungkin merujuk kalian ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan tingkat lanjut. Lakukan pendaftaran di rumah sakit rujukan tersebut dengan membawa dokumen yang diperlukan.

4. Konsultasi di Poli Jiwa

Setelah pendaftaran, kalian akan diarahkan ke poli jiwa di rumah sakit rujukan. Di sini, seorang psikolog atau psikiater akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut, menggali keluhan kalian, dan melakukan serangkaian tes untuk menentukan diagnosa yang tepat.

5. Penebusan Obat

Jika diperlukan, psikiater mungkin akan meresepkan obat-obatan khusus untuk pengobatan gangguan kesehatan mental. kalian dapat melakukan penebusan obat ini sesuai dengan petunjuk yang diberikan.

6. Konsultasi Berkala dengan Psikolog atau Psikiater

Proses tidak berhenti setelah pemberian obat. Pemegang kartu BPJS Kesehatan dapat melanjutkan konsultasi secara berkala dengan psikolog atau psikiater. Ini bertujuan untuk memantau perkembangan, memberikan dukungan, dan memastikan pengelolaan yang tepat terhadap kesehatan mental.

Kesimpulan

Masalah kesehatan mental harus menjadi salah satu fokus penting yang tak boleh diabaikan sekarang ini. Karena dengan semakin banyaknya kasus depresi bahkan yang berakhir dengan bunuh diri menjadi bukti bahwa kesehatan mental itu sangatlah penting. Jika kalian merasa memiliki gejala terkait gangguan kesehatan mental, bisa segera pergi melakukan pemeriksaan dengan menggunakan layanan BPJS Kesehatan.